Makalah Pembelajaran Jangka Pendek, Managemen Keuangan 2021

 

MAKALAH

SUMBER – SUMBER PEMBELANJAAN JANGKA PENDEK

DAN JANGKA MENENGAH

 

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keuangan 

yang diampu oleh Dr. Ni Nyoman Putu Martini G,MM


 

 

Disusun oleh

Kelompok IV

 

Abdul Khamil, NIM : 2120412007

Teguh Tri Laksono, NIM : 2120412008

 

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

PASCASARJANA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

2021
KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyeselesaikan makalah yang berjudul “Pembelanjaan Jangka Pendek dan Jangka Menengah” dengan baik.

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dr. Ni Nyoman Putu Martini G,MM selaku Dosen Pengampu yang telah memberikan tugas ini. Tak lupa kepada semua pihak yang bersangkutan, kami ucapkan terimakasih karena telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makalah ini jauh dari kata sempurna maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pihak pembaca sangat penulis perlukan. Semoga  makalah ini bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan.

 

Jember,  Oktober 2021

 

 

Penulis


 

DAFTAR ISI

 

Halaman ...........................................................................................................................       

Halaman Judul ..................................................................................................................       i

Kata Pengantar .................................................................................................................      ii

Daftar Isi ………………………………………………………………………………..    iii

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................................      1

1.1.       Latar Belakang.........................................................................................................      1

1.2.       Rumusan Masalah ...................................................................................................      1

1.3.       Tujuan Penelitian ....................................................................................................      1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................      2

2.1.       Pengertian Pembiayaan Jangka Pendek...................................................................      2

2.2.       Contoh Pembiayaan Jangka Pendek ...................................................... ………….     3

2.3.       Keuntungan dan Kerugian Pembiayaan Jangka Pendek.........................................      3

2.4.       Pengertian Pembiayaan Jangka Menengah .............................................................      4

2.5.       Contoh Pembelanjaan Jangka Menengah ...............................................................      4

2.6.       Keuntungan dan Kerugian Pembiayaan Jangka Menengah ....................................      5

2.7.       Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan kredit ......................      6

BAB III PENUTUP ............................................................................. ..........................     8

3.1.       Kesimpulan .......................................................................................... ...................     8

3.2.       Saran ..................................................................................................................... ..     8

Daftar Pustaka ............................................................................................. ..................     9


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembiayaan berarti financing atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun lembaga pembiayaan. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah Pembiayaan Jangka Pendek (Short-Term Financing) dan Pembiayaan Jangka Menengah (Medium-Term Financing) yaitu pembiayaan dengan jangka waktu 1 tahun atau kurang sampai 5 tahun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang makalah diatas, penulis dapat mengambil rumusan masalah sebagai berikut:

1.        Apa yang dimaksud dengan Pembiayaan Jangka Pendek dan Jangka Menengah?

2.        Apa saja contoh Pembiayaan Jangka Pendek dan Jangka Menengah?

3.        Apa keuntungan & kerugian Pembiayaan Jangka Pendek dan Jangka Menengah?

4.        Bagaimana memilih pembiayaan yang paling dibutuhkan (jangka pendek ataukah jangka menegah)?

 

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.        Untuk mengetahui pengertian Pembiayaan Jangka Pendek dan Jangka Menengah.

2.        Untuk mengetahui contoh-contoh Pembiayaan Jangka Pendek dan Jangka Menengah.

3.        Untuk Mengetahui keuntungan dan kerugian Pembiayaan Jangka Pendek dan Jangka Menengah.

4.        Untuk mengetahui cara bijak memilih pembiayaan yang tepat, apakah pembiyaan jangka pendek ataukah pembiayaan jangka menengah untuk perusahaan saat ini.

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1680653717541307"

     crossorigin="anonymous"></script>

BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Pembiayaan Jangka Pendek

Dalam pengelolaan suatu organisasi ataupun industri maupun lembaga, diperlukan adanya pembelanjaan/pembiayaan dalam rangka melaksanakan aktivitas penciptaan, kegiatan yang lain untuk memastikan suatu tujuan segera tercapai.

Ada sebagian tipe pembelanjaan/ pembiayaan yang bisa digunakan oleh suatu industri/ organisasi ialah pembiayaan jangka pendek, pembiayaan jangka menengah serta pembiayaan jangka panjang, tetapi dalam makalah dikala ini, terdapat dibahas tentang 2 pembiayaan ialah pembiayaan jangka pendek serta pembiayaan jangka menengah.

 

Ada pula penafsiran dari pembiayaan jangka pendek (Sort term Financing) merupakan dana yang diperlukan buat mendirikan, melaksanakan, ataupun melaksanakan suatu dengan pembayaran jangka waktu (tenor) pendek, yang seringkali digunakan untuk kebutuhan musiman dan aktiva lancar. Jadi, jangka pendek dalam pembiayaan merupakan waktu tenor pelunasannya, umumnya jangka waktu pembiayaan jangka pendek tidak lebih dari 1( satu) tahun saja.

Dalam pembiayaan jangka pendek dikenal dengan 3 (tiga) sumber pembiayaannya, yaitu:

1.        Pembiayaan jangka pendek spontan

Contoh dari pembiayaan jangka pendek spontan diantaranya adalah uang usaha/dagang (account payable), yaitu utang yang terjadi karena disebabkan adanya pembelian barang yang dilakukan secara kredit dan utang akrual (kewajiban yang harus dibayar), terjadi bukan karena adanya utang barang dagangan, namun adanya utang akibat jasa yang diterima yang belum terbayarkan seperti gaji, dalam hal ini gaji karyawan yang system pembayarannya adalah kerja dulu kemudian dibayarkan dibulan berikutnya.

2.        Pembiayaan jangka pendek non spontan tanpa jaminan

Jenis dari pembiayaan jangka pendek non spontan tanpa jaminan berupa dua macam yaitu: kredit bank jangka pendek tanpa jaminan, yang lazimnya akan dilunasi paling lambat 1 (satu) tahun, kemudian surat berharga (commercial paper/ CP) merupakan sekuritas jangka pendek yang mudah diperjual belikan melalui pasar sekunder, perusahaan penerbit CP adalam peminjam dana sehingga berkewajiban memberikan bunga kepada pemegangnya.

 

3.        Pembiayaan jangka pendek non spontan dengan jaminan

Pembiayaan pada jenis ini juga terdiri dari 2 macam, yaitu: pembiayaan piutang usaha dan pembiayaan persediaan, sehingga dengan pembiayaan seperti ini, peminjam akan memperoleh dana jangka pendek dari pemberi pimjaman dengan cara menjaminkan piutang usaha atau persediaanya, namun apabila masih dianggap belum tercukupi, pihak peminjam dapat menuntut jaminan berupa aktiva tetap seperti tana atau bangunan.

 

2.2 Contoh dari pembiayaan jangka pendek :

a.         Utang dagang, ialah pembiayaan jangka pendek, industri bisa menggunakan pembiayaan selaku bonus modal usaha, misalnya industri bisa memesan benda terlebih dulu, setelah itu pembayarannya dikala benda diterima ataupun dikala benda sudah terjual dalam kurun waktu tertentu, ataupun dapat jadi benda lama hendak terbayarkan sehabis benda selanjutnya terkirim, sebagai pengganti ataupun penambah stok benda yang sudah terjual.

b.        Pinjaman Bank, baik dengan jaminan terlebih tanpa jaminan, dengan tenor ataupun batasan waktu yang sangat pendek, pasti dapat digunakan secara kilat buat melaksanakan usaha ataupun kegiatan organisasinya.

c.         Surat Utang, ialah perjanjian antara industri satu dengan yang yang lain, apabila industri yang satu sudah penuhi ketentuan yang sudah disepakati, hingga industri tersebut harus membayarkan utangnya.

d.        Surat Berharga, ialah metode industri buat mendapatkan dana kilat tetapi dengan tenor yang pendek, umumnya industri hendak menerbitkan pesan berharga ataupun obligasi, yang tenornya mulai 30, 60, 90, 270 sampai 360 hari.

2.3 Keuntungan dan Kerugian dalam Pembelanjaan Jangka Pendek.

Dalam pemakaian pembelanjaan jangka pendek, terdapat banyak keuntungan yang dapat didapatkan dalam pembelanjaan jangka pendek ini, ialah:

a. Bunga Rendah

Sebab tenornya yang pendek, bunga buat pembelanjaan otomatis rendah pula, ini sangat menguntungkan dalam menghitung jumlah cicilan, serta pastinya mengurangi bayaran yang hendak dikeluarkan oleh industri dalam jangka panjangnya;

 

b. Cair Lebih Cepat

Pembelanjaan jangka pendek hendak lebih kilat dicairkan, ini sebab prosesnya yang gampang serta tidak butuh ribet semacam pinjaman yang lain;

c. Dokumen Persyaratan Tidak Rumit

Biasanya buat pembelanjaan jangka pendek tidak memerlukan dokumen yang banyak serta ribet sebab resikonya memanglah lebih kecil. Tetapi kelebihan diatas, terdapat kekurangan dari pembelanjaan jangka pendek, berikut ini kekurangan dari pembelanjaan jangka pendek:

d. Jumlah Pembelanjaan Terbatas

Pembelanjaan jangka pendek memilii jumlah pembelanjaan yang terbatas, ini bergantung pada kebijakan lembaga penyedia pinjaman serta kesepakatan bersama;

e. Jumlah Cicilan Lumayan Besar

Dikarenakan pembelanjaan yang pendek, berarti harus cepat dilunasi pembelanjaan tersebut, sehingga akibatnya merupakan cicilan yang perbulannya yang lumayan besar, tetapi bila diakumulasi jumlah yang dibayarkan, pasti akan lebih kecil dibanding dengan pebelanjaan lainnya.

 

2.4    Pengertian Pembiayaan Jangka Menengah

Pembiayaan jangka menengah adalah sumber pendanaan perusahaan yang pengembaliannya berjangka waktu maksimal 5 tahun dan lebih dari satu tahun.Pembiayaan jangka menengah diambil oleh manajemen keuangan perusahaan karena adanya kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi jika menggunakan pembiayaan jangka pendek, tetapi juga berlebihan jika menggunakan pembiayaan jangka panjang.

2.5 Contoh Pembelanjaan Jangka Menengah

Contoh sumber dana jangka menengah adalah leasing, term loan, dan equipment loan.

a. Leasing

Leasing adalah alternatif pembiayaan yang berbentuk sewa aset.

Pemilik aset akan menyewakan aset yang dimilikinya kepada pihak yang membutuhkan aset tersebut selama jangka waktu tertentu.

b. Term Loan

Term loan adalah sumber pembiayaan jangka menengah berupa kredit usaha yang umumnya memiliki tempo pengembalian diatas satu tahun dan tidak lebih dari 5 tahun.

c. Equipment Loan

Equipment loan adalah salah satu pembiayaan jangka menengah yang bertujuan untuk mengadakan peralatan bagi perusahaan.

 

2.6. Keuntungan dan Kerugian dari Pembiayaan Jangka Menengah

Sebagaimana pembiayaan jangka pendek, pembiayaan jangka menengah juga memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dibutuhkan kearifan dan analisa yang tepat sebelum mengambil kredit/ pembiayaan, agar perkembangan perusahaan semakin baik dan berkembang cepat. Berikut ini akan diuraikan keuntungan dan kerugian dari pembiayaan jangka menengah.

2.6.1 Keuntungan Pembiayaan Jangka Menengah :

a. Pembiayaan penuh dan lebih fleksibel.

b. Biaya modalnya lebih rendah dibanding modal saham dan obligasi.

c. Panjangnya periode peminjaman.

d. Peminjam lebih mudah mendapatkan perlengkapan yg mudah untuk dijual.

e. Kemudahan penyusutan anggaran.

2.6.2 Kerugian Pembiayaan Jangka Menengah :

a. Hak kepemilikan barang hanya akan berpindah apabila kewajiba lease telah diselesaikan dan hak opsi digunakan.

b. Seandainya terjadi pembatalan suatu perjanjian sewa guna usaha, maka kemungkinan biaya yang ditimbulkan cukup besar.

c. Barang modal yang diperoleh lease tidak dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit.

d. Resiko yang melekat pada peralatan atau barang modal itu sendiri. Kemungkinan adanya kenakalan penyewa guna usaha untuk melakukan jual atau sewa kepada pihak sewa guna usaha yang lain.

e. Fluktuasi bunga. Adanya fluktuasi bunga menimbulkan resiko bunga bagi perusahaan sewa guna usaha, karena antara investasi dalam barang yang disewa guna usaha dengan sumber dana pembelanjaan tidak sesuai.

2.7. Beberapa hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Kredit/ Pembiayaan

Dalam setiap pembiayaan/kredit yang akan diambil, hendaknya dianalisa terlebih dahulu, kebutuhan dari pembiayaan yang benar-benar sangat sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini, karena bagaimanapun enaknya pembiayaan/ kredit yang didapatkan saat diawal, akan menjadi beban yang senantiasa harus dipenuhi oleh perusahaan hingga seluruh tanggungan terbayarkan. Berikut ini akan disajikan beberapa analisa awal sebelum menentukan jenis kredit/pembiayaan yang akan diambil/ digunakan, yaitu:

1.        Credit Terms (syarat kredit) adalah waktu lamanya periode pembiayaan/kredit, pastikan waktu lamanya kredit benar-benar dihitung dengan matang sehingga tidak mengganggu cashflow perusahaan dimasa mendatang. Waktu pembiayaan akan berdampak langsung pada besarnya potongan tunai, dan periode potongan tunai;

2.        Credit Period (periode kredit) adalah periode/waktu mulainya pembiayaan diberikan, apakah dimulai dari tanggal faktur/ tagihan, ataukah dibuat berdasarkan ketentuan EOM (End of Month), dihitung selesai begitu akhir bulan sudah tercapai;

3.        Cash Discount (potongan tunai) ialah presentase potongan harga beli jika pembeli membayar pada periode potongan tunai,  saat-saat discount biasa tidak setiap waktu, perlu mengetahui pola atau momentu apa yang memberikan discount,sehingga beban biaya dapat terkurangi;

4.        Cash Discount Period (peridoe potongan tunai) ialan periode pembiayaan pada saat potongan tunai dapat diberikan, biasanya ketika telah melalu beberapa kali angsuran, selanjutnya diberikan discound waktu pembayaraannya;

5.        Beginning of the credit period, seperti halnya Date of  Invoice (tanggal mulai periode kredit) dan EOM (End OF Mont), waktu kredit untuk semua pembelian yang dilakukan awal bulan pada hari pertama dan bulan berjalan.


 

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pembiayaan merupakan pendanaan oleh lembaga tertentu untuk investasi yang telah direncanakan dan dikembalikan pada jangka waktu yang telah ditentukan. Adapun pengambilan keputusan pembiayaan tergantung pada kebutuhan dan kesanggupan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka menengah dengan tetap memperhitungkan keuntungan & kerugian masing-masing option.

Pilihan untuk menentukan pembiayaan jangka pendek maupun jangka menengah sangat menentukan perkembangan perusahaan kedepan, karena setiap pilihan tentu akan memberikan dampak yang positif (keuntungan) dan dampak negative (kerugian), dari transaksi yang selama ini dialami, tentu pilihan yang terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemapuan untuk membayaranya.

B. Saran

Mengingat makalah ini mungkin masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yg bersifat membangun dari pembaca terutama dari dosen mata kuliah manajemen keuangan Ibu Dr. Ni Nyoman Putu Martini G, MM demi kesempurnaan makalah ini.


 

DAFTAR PUSTAKA

1.        https://kamus.tokopedia.com/p/pembiayaan-jangka-pendek

2.        http://ninaadrr.blogspot.com/2015/01/bab-8-menejemen-keuangan.html?m=1

3.        http://nichonotes.blogspot.com/2017/12/sumber-dana-jangka-menengah.html?m=1

4.        https://repository.unikom.ac.id/62712/1/2.Sumber%20Pembiayaan%20Jangka%20Pendek.pdf

Komentar